Beli 2 BW Max XT II, Cash Back 500 Ribu !!

Cara Menentukan Gas Detector untuk Industri Petrokimia

Cara menentukan gas detector di industri petrokimia

Gas detector untuk industri petrokimia adalah alat keselamatan kerja yang digunakan untuk mendeteksi gas beracun, mudah terbakar, dan kekurangan oksigen secara dini guna mencegah kecelakaan, ledakan, dan gangguan kesehatan.

Industri petrokimia memiliki tingkat risiko tinggi terhadap paparan gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H₂S), gas mudah terbakar (LEL), dan senyawa volatil (VOC). Oleh karena itu, menentukan gas detector untuk industri petrokimia harus dilakukan berdasarkan jenis gas, tingkat risiko area, metode instalasi, serta standar keselamatan yang berlaku. Kesalahan dalam memilih gas detector dapat berakibat pada kecelakaan kerja, ledakan, hingga gangguan kesehatan serius.

Artikel ini membahas cara menentukan gas detector yang tepat untuk industri petrokimia secara praktis, mulai dari identifikasi risiko gas, pemilihan jenis alat, hingga standar keselamatan yang wajib dipenuhi agar sistem deteksi gas bekerja optimal di lingkungan industri berisiko tinggi.

Mengapa Pemilihan Gas Detector Sangat Penting di Industri Petrokimia?

Lingkungan petrokimia melibatkan:

  • Proses pengolahan minyak dan gas

  • Tekanan tinggi dan suhu ekstrem

  • Gas beracun dan mudah terbakar

Gas seperti H2S, CO, methane, propane, dan VOC sering kali tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga tidak bisa dideteksi secara manual. Inilah alasan gas detector menjadi alat keselamatan wajib di industri petrokimia.

Untuk memahami Manfaat dari Gas Detector di Industri Petrokimia, bisa membaca artikel ini:
Pentingnya Gas Detector di Industri Petrokimia

Cara Menentukan Gas Detector untuk Industri Petrokimia

1. Identifikasi Jenis Gas Berbahaya di Area Kerja

Langkah pertama adalah memetakan jenis gas yang berpotensi muncul di area operasional.

Gas yang umum di industri petrokimia:

  • H2S (Hydrogen Sulfide) – sangat beracun, umum di migas

  • Gas mudah terbakar (LEL) – methane, propane, butane

  • CO (Carbon Monoxide) – gas beracun hasil pembakaran

  • O2 (Oxygen) – risiko kekurangan atau kelebihan oksigen

  • VOC (Volatile Organic Compounds) – benzene, toluene, dll

Jika lebih dari satu jenis gas berisiko muncul, multi gas detector lebih disarankan dibanding single gas detector.

2. Tentukan Area dan Tingkat Risiko

Tidak semua area petrokimia memiliki risiko yang sama. Gas detector harus disesuaikan dengan lokasi penggunaannya, seperti:

  • Area proses produksi

  • Tangki penyimpanan

  • Area loading dan unloading

  • Confined space

  • Area dengan potensi ATEX / zona berbahaya

Untuk area dengan paparan gas terus-menerus, fixed gas detector lebih direkomendasikan. Sedangkan untuk inspeksi lapangan dan pekerjaan mobile, portable gas detector menjadi pilihan yang tepat.

3. Tentukan Jenis Gas Detector

           1. Portable Gas Detector

            Digunakan oleh pekerja secara personal atau untuk inspeksi area tertentu.

             Cocok untuk:

    • Pekerja lapangan

    • Maintenance

    • Confined space

    • Inspeksi rutin

  •  2. Fixed Gas Detector

               Dipasang permanen di area proses.

               Cocok untuk:

    • Area produksi

    • Storage tank

    • Control room

    • Area dengan potensi kebocoran terus-menerus

Banyak fasilitas petrokimia menggunakan kombinasi portable dan fixed gas detector untuk perlindungan maksimal.

4. Pilih Jenis Sensor yang Sesuai dengan Lingkungan Petrokimia

Sensor adalah komponen paling krusial pada gas detector.

Jenis sensor yang umum digunakan:

  • Electrochemical sensor → H2S, CO, O2

  • Catalytic bead (pellistor) → gas mudah terbakar

  • Infrared (IR) sensor → area dengan konsentrasi gas tinggi

  • PID sensor → VOC dan gas organik volatil

Untuk lingkungan petrokimia dengan risiko tinggi, sensor IR dan PID sering menjadi pilihan utama karena lebih stabil dan tahan terhadap poisoning.

5. Pastikan Gas Detector Memenuhi Standar Keselamatan

Gas detector untuk industri petrokimia wajib memenuhi standar internasional, seperti:

  • ATEX / IECEx – area berbahaya (explosive atmosphere)

  • SIL (Safety Integrity Level)

  • IP rating (IP65 / IP67) – tahan debu dan air

  • Kalibrasi traceable

Hindari menggunakan gas detector non-certified di area petrokimia karena berisiko melanggar standar K3.

6. Perhatikan Kebutuhan Kalibrasi dan Maintenance

Gas detector harus:

  • Mudah dikalibrasi

  • Memiliki dukungan gas kalibrasi yang sesuai

  • Didukung layanan purna jual yang jelas

Gas detector tanpa perawatan rutin tidak dapat diandalkan, meskipun spesifikasinya tinggi.

Untuk kebutuhan gas kalibrasi dan peralatan pendukung, PT Adhigana Perkasa Mandiri menyediakan solusi gas kalibrasi industri yang sesuai standar keselamatan.

7. Rekomendasi Gas Detector untuk Industri Petrokimia

Beberapa brand gas detector yang umum digunakan di industri petrokimia antara lain:

  • Honeywell

  • BW Technologies

  • Caldaz / Calgaz

PT Adhigana Perkasa Mandiri menyediakan berbagai pilihan gas detector industri dan aksesorinya yang telah digunakan di sektor petrokimia, migas, dan manufaktur berisiko tinggi.

8. Pilih Distributor Resmi dan Berpengalaman

Selain spesifikasi alat, faktor distributor juga menentukan keberhasilan implementasi gas detector.

Pastikan distributor:

  • Menyediakan produk original & bersertifikat

  • Memiliki teknisi kalibrasi

  • Memberikan pelatihan penggunaan

  • Memahami kebutuhan industri petrokimia

PT Adhigana Perkasa Mandiri menyediakan berbagai solusi gas detector untuk industri petrokimia, termasuk produk dari brand global seperti Honeywell, BW Technologies, dan Calgaz.

FAQ – Cara Menentukan Gas Detector untuk Industri Petrokimia

1. Apa gas detector wajib di industri petrokimia?

Ya. Gas detector merupakan bagian penting dari sistem keselamatan kerja untuk mencegah kecelakaan akibat paparan gas berbahaya.

2. Lebih baik portable atau fixed gas detector?

Tergantung kebutuhan. Portable digunakan untuk inspeksi lapangan, sedangkan fixed gas detector dipasang permanen di area berisiko tinggi.

3. Apakah gas detector harus bersertifikat ATEX?

Untuk area petrokimia dengan potensi ledakan, sertifikasi ATEX atau IECEx sangat disarankan.

4. Seberapa sering gas detector harus dikalibrasi?

Umumnya setiap 3–6 bulan, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi lingkungan kerja.

5. Gas apa saja yang wajib dideteksi di industri petrokimia?

Gas yang umum dideteksi antara lain hidrogen sulfida (H₂S), gas mudah terbakar (LEL), oksigen (O₂), karbon monoksida (CO), dan senyawa volatil (VOC), tergantung proses industrinya

Konsultasi Gas Detector untuk Industri Petrokimia

cta gas detector terbaik

PT Adhigana Perkasa Mandiri siap membantu Anda memilih gas detector yang sesuai dengan kondisi lapangan, standar keselamatan, dan kebutuhan operasional industri petrokimia.

Share Artikel ini