Dalam sistem deteksi gas industri, Gas Detector Controller berperan sebagai pusat monitoring yang menampilkan kondisi sensor, level konsentrasi gas, serta status alarm yang sedang aktif. Namun, banyak teknisi pemula yang masih bingung saat melihat tampilan panel controller karena dipenuhi angka, kode, dan indikator lampu.
Padahal, memahami indikator dan display pada gas detector controller adalah langkah penting untuk memastikan sistem deteksi gas bekerja normal, mencegah alarm palsu, serta mempercepat penanganan jika terjadi kebocoran gas.
Jika Anda ingin memahami konsep dasarnya terlebih dahulu, silakan baca artikel utama berikut: Apa Itu Gas Detector Controller? Fungsi Panel Monitoring pada Fixed Gas Sistem.
Komponen Display pada Gas Detector Controller yang Umum Ditemui
Sebagian besar gas detector controller (baik 1 channel maupun multi-channel) memiliki tampilan yang hampir mirip. Umumnya terdiri dari:
Digital Display (angka ppm / %LEL / %VOL)
Lampu indikator status
Tombol menu setting
Tombol silence atau acknowledge alarm
Indikator fault / error
Setiap merek bisa berbeda tampilan, tetapi fungsinya tetap sama.
Cara Membaca Angka pada Display Gas Detector Controller
1. Display dalam satuan PPM (Parts Per Million)
Jika controller menampilkan angka dalam PPM, artinya sistem sedang membaca konsentrasi gas dalam jumlah kecil.
Contoh:
CO = 35 ppm → konsentrasi karbon monoksida terdeteksi
H2S = 10 ppm → konsentrasi gas hidrogen sulfida terdeteksi
PPM biasanya digunakan untuk gas beracun (toxic gas).
2. Display dalam satuan %LEL (Lower Explosive Limit)
Jika display menunjukkan %LEL, artinya sensor membaca potensi gas mudah terbakar (flammable gas).
Contoh:
10% LEL → gas terdeteksi tapi masih tahap awal
40% LEL → kondisi bahaya tinggi dan biasanya sudah alarm aktif
Gas seperti LPG, methane, dan solvent umumnya menggunakan %LEL.
3. Display dalam satuan %VOL
Satuan %VOL biasanya dipakai untuk gas oksigen (O2).
Contoh:
20.9% VOL → kondisi normal oksigen udara
18% VOL → oksigen rendah (bahaya kekurangan oksigen)
23% VOL → oksigen tinggi (risiko kebakaran meningkat)
Memahami Indikator Lampu pada Gas Detector Controller
Selain angka, controller juga menampilkan status melalui lampu indikator. Ini yang paling penting dipahami karena menjadi tanda kondisi sistem secara cepat.
1. Power Indicator (Normal / ON)
Lampu POWER menunjukkan controller sedang aktif dan menerima listrik.
Jika lampu power mati:
suplai listrik bermasalah
fuse putus
power supply rusak
2. Normal / Run Indicator
Lampu RUN atau NORMAL menandakan sistem dalam kondisi aman dan sensor bekerja stabil.
Biasanya indikator ini menyala hijau.
3. Alarm 1 (Low Alarm)
Lampu ALARM 1 menandakan gas sudah terdeteksi melewati batas level awal.
Biasanya digunakan untuk:
warning awal
aktivasi sirine ringan
notifikasi operator
4. Alarm 2 (High Alarm)
Lampu ALARM 2 menunjukkan kondisi lebih berbahaya, gas meningkat dan melewati batas kritis.
Umumnya akan memicu:
sirine utama
lampu strobo
shutdown relay (jika sistem terintegrasi)
5. Fault Indicator (Sensor Error / System Error)
Lampu FAULT adalah tanda masalah sistem, misalnya:
sensor rusak atau terputus
kabel putus
nilai pembacaan tidak stabil
modul controller error
Fault sering dianggap sepele, padahal ini bisa menyebabkan sistem tidak bekerja saat kondisi darurat.
Arti Tampilan “OL”, “ERR”, atau “—-” pada Display
Beberapa controller akan menampilkan kode tertentu, misalnya:
1. OL (Over Limit)
Artinya pembacaan gas melebihi batas maksimal sensor.
Biasanya terjadi karena:
kebocoran gas besar
sensor sudah tidak akurat
setting range tidak sesuai
2. ERR (Error)
Kode ini menandakan sistem mengalami error internal atau gangguan sinyal.
Solusi awal:
cek wiring sensor
cek modul input channel
restart controller
lakukan pengecekan sensor
3. “—-” atau “0.0” terus menerus
Ini bisa berarti:
sensor tidak terbaca
sensor belum warm-up
sensor belum terhubung
input analog tidak masuk
Cara Membaca Status Channel pada Controller Multi-Channel
Jika menggunakan controller 2 channel, 4 channel, hingga 8 channel, biasanya ada menu untuk memilih channel:
CH1 (Sensor gas area A)
CH2 (Sensor gas area B)
dst
Pada sistem multi-channel, pastikan teknisi memahami mapping channel agar tidak salah interpretasi lokasi kebocoran.
Contoh kesalahan umum:
Alarm berbunyi dari CH3, tapi operator mengira CH1, sehingga tindakan evakuasi terlambat.
Memahami Tombol pada Gas Detector Controller
Beberapa tombol penting yang sering ada:
1. Silence / Mute
Untuk menghentikan bunyi alarm sementara, namun lampu alarm biasanya tetap menyala sampai kondisi gas normal.
2. Reset
Digunakan untuk mengembalikan sistem ke kondisi normal setelah gas turun atau setelah alarm ditangani.
3. Acknowledge (ACK)
Tombol ini digunakan untuk menandakan bahwa operator sudah menerima alarm dan sedang melakukan penanganan.
4. Menu / Set
Digunakan untuk setting parameter seperti:
batas alarm low/high
delay alarm
konfigurasi relay output
kalibrasi / adjustment
Cara Membaca Alarm Log
Beberapa controller modern sudah dilengkapi data logging atau history alarm.
Manfaat alarm log:
mengetahui jam kejadian alarm
melihat tren kebocoran
kebutuhan audit K3
investigasi insiden industri
Jika sistem terintegrasi ke SCADA atau DCS, log ini bisa menjadi bukti penting saat inspeksi.
Tips Membaca Display Controller dengan Cepat Saat Alarm Aktif
Ketika alarm berbunyi, lakukan langkah cepat berikut:
Lihat channel mana yang alarm
Catat angka konsentrasi gas (ppm / %LEL / %VOL)
Perhatikan status Alarm 1 atau Alarm 2
Pastikan tidak ada Fault
Ikuti SOP evakuasi / shutdown jika diperlukan
Ingat: alarm bukan hanya bunyi, tetapi informasi kondisi lapangan.
Kesalahan Umum dalam Membaca Indikator Gas Detector Controller
Banyak teknisi salah memahami tampilan controller karena:
mengira angka ppm sama dengan %LEL
tidak paham perbedaan Alarm 1 dan Alarm 2
mengabaikan fault indikator
tidak memahami channel mapping
menganggap alarm pasti sensor rusak padahal ada kebocoran nyata
Karena itu, training dan SOP pembacaan panel sangat disarankan untuk tim operasional.
Kesimpulan
Membaca indikator dan display pada gas detector controller bukan hanya soal memahami angka, tetapi juga memahami status alarm, fault, channel, serta fungsi tombol reset dan silence. Pemahaman ini sangat penting agar sistem fixed gas detection bisa bekerja maksimal untuk melindungi pekerja dan aset industri.
FAQ
1. Apa fungsi display pada gas detector controller?
Display berfungsi untuk menampilkan nilai konsentrasi gas dari sensor, seperti PPM, %LEL, atau %VOL, serta menunjukkan status sistem apakah normal, alarm, atau fault.
2. Apa arti indikator Alarm 1 pada gas detector controller?
Alarm 1 biasanya menandakan kondisi peringatan awal (low alarm), yaitu konsentrasi gas sudah melewati batas aman tahap pertama tetapi belum masuk kondisi kritis.
3. Apa arti indikator Alarm 2 pada gas detector controller?
Alarm 2 menunjukkan kondisi bahaya tinggi (high alarm) karena konsentrasi gas telah melewati batas kritis, sehingga sistem biasanya mengaktifkan sirine utama atau shutdown otomatis.
4. Apa arti lampu Fault pada gas detector controller?
Lampu Fault menandakan adanya masalah pada sistem, seperti sensor error, kabel terputus, input tidak terbaca, atau gangguan internal pada controller.
5. Apa arti kode “OL” pada gas detector controller?
Kode OL (Over Limit) berarti konsentrasi gas melebihi batas maksimum pembacaan sensor atau range yang ditentukan.
6. Kenapa gas detector controller menampilkan ERR?
ERR berarti controller mengalami error, biasanya karena sensor tidak terhubung, wiring bermasalah, sinyal input terganggu, atau modul controller mengalami gangguan.
7. Bagaimana cara mengetahui channel mana yang alarm pada controller multi-channel?
Biasanya controller menampilkan label channel seperti CH1, CH2, CH3, atau CH4. Channel yang alarm akan ditandai dengan lampu alarm menyala atau indikator channel berkedip.
8. Apa perbedaan PPM dan %LEL pada display gas detector controller?
PPM digunakan untuk gas beracun (toxic gas) seperti CO dan H2S, sedangkan %LEL digunakan untuk gas mudah terbakar seperti LPG dan methane.
9. Apa fungsi tombol Silence pada gas detector controller?
Tombol Silence digunakan untuk menghentikan bunyi alarm sementara, tetapi indikator alarm tetap menyala sampai kondisi gas kembali normal atau dilakukan reset.
10. Apakah alarm gas detector controller selalu berarti ada kebocoran gas?
Tidak selalu. Alarm bisa terjadi karena kebocoran gas, namun juga bisa disebabkan sensor drift, kalibrasi tidak tepat, atau kesalahan instalasi wiring.







