Keselamatan kerja adalah prioritas utama di lingkungan industri. Simbol larangan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan kumpulan simbol yang ditujukan untuk memberi tahu hal apa saja yang dilarang dilakukan demi mencegah kecelakaan dan risiko kesehatan akibat pekerjaannya
Apa itu Simbol Larangan K3?
Simbol larangan K3 atau prohibition signs adalah rambu keselamatan yang bertugas melarang tindakan tertentu di area kerja. Contoh populer seperti “Dilarang Merokok”, “Dilarang Membawa Benda Tajam”, dan “Dilarang Membawa Makanan & Minuman”. Simbol larangan di tempat kerja memiliki bentuk
Baca juga: Pengertian dan Contoh Penerapan K3 di Tempat Kerja & Industri
Bentuk & Warna Simbol Larangan
Setiap bentuk dari setiap simbol memiliki makna yang berbeda, yaitu:
- Lingkaran (bulat)
- Memiliki garis diagonal merah menyilang dari kiri atas ke kanan bawah (menyerupai tanda “dilarang”)
- Di dalam lingkaran terdapat simbol hitam yang menggambarkan aktivitas atau benda yang dilarang.
Baca juga: Dasar-Dasar K3: Pentingnya, Pencegahan, dan Regulasi yang Berlaku
Simbol Larangan Tidak Sama dengan Simbol Peringatan
Perlu diingat bahwa simbol larangan dan simbol peringatan tidak sama. Meskipun keduanya termasuk dalam rambu keselamatan kerja (K3), simbol larangan dan simbol peringatan memiliki bentuk dan warna yang berbeda sesuai standar internasional (misalnya ISO 7010 atau SNI 7010).
Berikut perbedaannya:
| Aspek | Simbol Larangan | Simbol Peringatan |
|---|---|---|
| Bentuk | Lingkaran | Segitiga sama sisi |
| Warna Latar | Putih | Kuning |
| Warna Garis Tepi | Merah | Hitam |
| Isi Simbol (ikon) | Hitam dengan garis diagonal merah menyilang | Hitam tanpa garis silang |
| Fungsi | Melarang tindakan tertentu yang dapat membahayakan | Memberi peringatan akan potensi bahaya di area tersebut |
| Contoh | No Smoking, No Entry, Do Not Touch | Bahaya Listrik, Radiasi, Permukaan Panas |
Contoh Simbol Larangan K3 di Tempat Kerja Industri
Simbol larangan K3 dirancang untuk memberikan peringatan tegas terhadap tindakan yang dilarang di area kerja demi mencegah kecelakaan. Di lingkungan industri, keberadaan simbol ini sangat krusial karena risiko kerja umumnya lebih tinggi dan kompleks.
Berikut ini adalah beberapa contoh simbol larangan K3 yang sering ditemui di tempat kerja industri, lengkap dengan arti dan penggunaannya:
Sumber: Freepik
Berikut adalah 10 contoh penjelasan untuk logo yang paling umum ditemukan:
- Dilarang merokok
Mencegah potensi kebakaran atau ledakan, terutama di area dengan bahan mudah terbakar atau gas berbahaya. - Dilarang menggunakan ponsel
Menghindari gangguan fokus kerja dan risiko interferensi dengan alat elektronik sensitif. - Dilarang mengambil foto
Menjaga kerahasiaan data dan keamanan area terbatas atau berisiko. - ️ Dilarang makan dan minum
Menghindari kontaminasi bahan berbahaya dan menjaga kebersihan area kerja. - Dilarang memindahkan alat pemadam api
Menjaga posisi alat pemadam tetap strategis dan mudah dijangkau saat darurat. - Dilarang berenang
Menghindari risiko tenggelam atau cedera di area yang tidak diperuntukkan untuk aktivitas berenang. - Dilarang masuk
Area terbatas atau berbahaya hanya boleh diakses oleh personel berwenang. - ⛓️ Dilarang menyentuh peralatan
Mencegah kerusakan alat atau risiko cedera akibat salah penggunaan. - Dilarang minum air
Air tidak layak konsumsi atau berisiko terkontaminasi bahan kimia. - Dilarang membawa bahan kimia
Menjaga area bebas dari potensi tumpahan atau reaksi berbahaya.
Fungsi & Urgensi Simbol Larangan
Urgensi dari simbol larangan bersifat preventif, artinya digunakan sebelum terjadi kecelakaan. Oleh karena itu simbol peringatan k3 haruslah aman, tegas, dan tidak boleh memiliki arti yang ambigu. Dalam lingkungan kerja yang mengandung risiko tinggi seperti pabrik, proyek konstruksi, atau laboratorium, simbol larangan menjadi alat komunikasi kritis yang mampu menyelamatkan nyawa.
Berikut beberapa fungsi utama simbol larangan dalam lingkungan kerja:
Mencegah Kecelakaan dan Cedera
Dengan memberikan peringatan visual yang jelas, simbol larangan membantu pekerja dan pengunjung menghindari tindakan berbahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Meningkatkan Kesadaran Bahaya
Simbol larangan mengingatkan bahwa ada risiko di area tertentu, dan setiap individu harus waspada terhadap bahaya yang mungkin tidak terlihat secara langsung.
Standarisasi Komunikasi
Karena menggunakan simbol yang distandarkan secara internasional, pesan larangan dapat dipahami oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki latar belakang bahasa yang berbeda.
Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi
Penggunaan simbol larangan merupakan bagian dari pemenuhan standar K3 yang ditetapkan pemerintah atau lembaga internasional seperti ISO 7010 dan SNI.
Mengurangi Human Error
Tindakan ceroboh atau kelalaian sering terjadi akibat kurangnya informasi. Simbol larangan membantu mengurangi kesalahan tersebut dengan memberikan informasi yang jelas dan cepat dipahami.
Baca juga: 20 Alat K3 di Kantor yang Wajib Ada untuk Keselamatan Pekerja
Sanksi Perusahaan atas Pelanggaran
Sebagai bagian dari sistem manajemen K3, setiap pelanggaran wajib dicatat dan dievaluasi oleh perusahaan. Hal ini penting sebagai tindakan preferntif dan bahan audit dan evaluasi.
Pelanggaran terhadap simbol larangan bukan hanya soal disiplin, tetapi bisa berdampak serius terhadap keselamatan kerja. Oleh karena itu, perusahaan umumnya menerapkan sanksi tegas untuk memastikan kepatuhan. Bentuk Sanksi yang Umum Diterapkan:
- Teguran lisan atau tertulis kepada pelanggar
- Denda administratif atau pemotongan tunjangan
- Perintah penghentian kerja (Stop Work Order) jika pelanggaran membahayakan nyawa atau keselamatan banyak orang
- Tanggung jawab hukum, termasuk pidana atau perdata, apabila pelanggaran menyebabkan kecelakaan atau kerugian
Baca juga: Rekomendasi Alat Gas Detektor Terbaik untuk Keamanan dan Keselamatan
Integrasi Gas Detector untuk Melengkapi Sistem K3 dari PT Adhigana Perkasa Mandiri
Simbol larangan merupakan elemen penting dalam sistem keselamatan kerja karena memberikan peringatan visual yang tegas dan langsung. Namun, di lingkungan kerja dengan risiko paparan gas berbahaya, simbol saja tidak cukup. Di sinilah peran gas detector menjadi sangat krusial—mendeteksi keberadaan gas beracun atau mudah meledak seperti karbon monoksida (CO), metana (CH₄), dan hidrogen sulfida (H₂S) sebelum menimbulkan gejala atau kecelakaan.
Dengan menggunakan gas detector portable atau gas detector fix, pekerja di area tertutup atau ruang terbatas dapat memperoleh peringatan dini terhadap bahaya yang tak kasatmata, sehingga strategi pencegahan menjadi lebih menyeluruh—menggabungkan peringatan visual (simbol larangan) dengan deteksi teknis (sensor gas).
Sebagai penyedia alat keselamatan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, PT Adhigana Perkasa Mandiri menghadirkan solusi gas detector dengan kualitas dan layanan unggulan, antara lain:
- Produk bersertifikasi internasional (CE, ISO)
- Sensor gas akurat, real-time, dan fitur alarm visual/audio
- Back-up dan layanan purna jual cepat untuk kebutuhan kalibrasi
- Paket lengkap: training, instalasi, hingga audit K3
- Fleksibilitas: mendukung sistem terpusat (SCADA/ECS)
Hubungi kami di PT Adhigana Perkasa Mandiri untuk paket lengkap gas detector, instalasi, dan pelatihan untuk tim Anda!






