Beli 2 BW Max XT II, Cash Back 500 Ribu !!

6 Fungsi Gas Detector yang Harus Anda Ketahui

portable gas detector, fungsi gas detector, gas sensor

Gas detector dibagi menjadi 3 jenis yaitu portable gas detector, fixed system gas detector, dan transportable gas detector. Apa yang membedakan dari ketiga jenis gas detektor tersebut?

Secara garis besar, portable gas detector digunakan untuk perlindungan nyawa pekerja misalkan digunakan oleh petugas pemadam kebakaran atau pekerja di pertambangan. Kemudian, gas detector fixed system digunakan untuk melindungi area biasanya dipasang di dinding, langit-langit kantor, hingga kitchen hotel. Gas detector transportable digunakan untuk pekerjaan yang berpindah-pindah/moving. Ketiga jenis alarm memiliki cara kerja yang sama, yaitu saat gas berbahaya terdeteksi oleh unit gas detector, alat ini akan memberikan alarm peringatan berupa suara atau lampu yang berkedap kedip sebagai tanda terdeteksinya kebocoran gas sehingga semua orang akan mengambil tindakan untuk penyelamatan diri segera mungkin.

Apa Fungsi Gas Detector?

Secara umum, fungsi gas detector adalah mendeteksi gas berbahaya, memantau konsentrasinya, memberikan peringatan ketika kondisi mencapai batas alarm yang ditentukan, dan membantu pekerja atau sistem keselamatan mengambil tindakan yang sesuai.

Gas detector tidak hanya digunakan untuk mengetahui adanya kebocoran gas. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk memantau atmosfer sebelum dan selama pekerjaan tertentu, terutama pada area yang memiliki potensi gas beracun, gas mudah terbakar, atau kadar oksigen yang tidak aman.

6 Fungsi Gas Detector di Lingkungan Kerja

1. Mendeteksi Gas Beracun

Salah satu fungsi utama gas detector adalah mendeteksi keberadaan gas beracun (toxic gas) yang dapat membahayakan kesehatan pekerja.

Beberapa contoh gas yang dapat dipantau menggunakan sensor yang sesuai antara lain:

  • Hidrogen sulfida (H₂S)
  • Karbon monoksida (CO)
  • Amonia (NH₃)
  • Klorin (Cl₂)
  • Sulfur dioksida (SO₂)

Gas-gas tersebut dapat muncul dari proses produksi, pembakaran, pengolahan bahan kimia, aktivitas minyak dan gas, maupun proses industri lainnya.

Gas detector membantu memberikan informasi mengenai kondisi atmosfer sehingga pekerja dapat mengetahui adanya potensi paparan gas berbahaya.

Catatan: Tidak semua gas detector dapat mendeteksi semua jenis gas. Sensor harus dipilih berdasarkan gas target dan kebutuhan aplikasi.

2. Mendeteksi Gas Mudah Terbakar

Gas detector juga berfungsi mendeteksi gas atau uap yang mudah terbakar.

Contohnya antara lain:

  • Metana (CH₄)
  • Propana (C₃H₈)
  • Butana (C₄H₁₀)
  • Hidrogen (H₂)
  • Gas hidrokarbon lainnya

Pada combustible gas detector, hasil pengukuran sering ditampilkan dalam satuan %LEL (Lower Explosive Limit).

LEL merupakan konsentrasi minimum suatu gas atau uap di udara yang dapat membentuk campuran yang dapat terbakar ketika terdapat sumber penyalaan.

Karena itu, pemantauan gas mudah terbakar penting dilakukan pada area seperti fasilitas migas, tangki, ruang proses, area penyimpanan bahan bakar, dan lokasi lain yang memiliki potensi kebocoran hidrokarbon.

3. Memantau Kadar Oksigen

Fungsi berikutnya adalah memantau kadar oksigen (O₂) di atmosfer.

Kondisi atmosfer dengan kadar oksigen terlalu rendah dapat membahayakan pekerja. Sebaliknya, atmosfer dengan kadar oksigen yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko kebakaran pada kondisi tertentu.

Pemantauan oksigen sangat penting pada pekerjaan confined space, seperti:

  • Tangki
  • Vessel
  • Manhole
  • Pit
  • Silo
  • Sumur
  • Saluran atau ruang bawah tanah tertentu

Gas detector dengan sensor O₂ dapat membantu mengetahui kondisi atmosfer sebelum pekerja memasuki area tersebut dan selama pekerjaan berlangsung sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

4. Memberikan Peringatan Dini terhadap Kondisi Berbahaya

Gas detector tidak hanya melakukan pengukuran. Perangkat tertentu juga dilengkapi sistem alarm yang memberikan peringatan ketika kondisi atmosfer mencapai batas alarm yang telah ditentukan.

Peringatan dapat berupa:

  • Alarm suara
  • Lampu indikator
  • Getaran pada perangkat portable tertentu
  • Sinyal yang dikirimkan ke sistem kontrol pada sistem fixed

Peringatan dini memungkinkan pekerja mengetahui adanya kondisi berbahaya dan mengikuti prosedur tanggap darurat yang telah ditetapkan.

Untuk fixed gas detection system, alarm juga dapat diintegrasikan dengan sistem keselamatan atau kontrol fasilitas sesuai desain sistem.

5. Memantau Kondisi Atmosfer Secara Berkala atau Real-Time

Gas detector dapat digunakan untuk melakukan pemantauan atmosfer secara berkala maupun terus-menerus, tergantung jenis perangkat dan aplikasinya.

Pada gas detector tertentu, pengguna dapat melihat konsentrasi gas secara langsung melalui layar perangkat.

Beberapa model juga dilengkapi data logging sehingga hasil pengukuran dan kejadian alarm dapat direkam untuk kebutuhan tertentu.

Namun, tidak semua gas detector memiliki kemampuan data logging. Fitur tersebut bergantung pada model dan spesifikasi perangkat.

Data hasil pemantauan dapat membantu proses evaluasi kondisi lingkungan kerja, investigasi kejadian, maupun dokumentasi keselamatan apabila fitur tersebut tersedia dan digunakan sesuai prosedur.

6. Mendukung Pemeriksaan Keselamatan Sebelum dan Selama Pekerjaan

Gas detector dapat menjadi salah satu alat yang digunakan dalam atmospheric monitoring, terutama sebelum dan selama pekerjaan yang memiliki risiko atmosfer berbahaya.

Contohnya adalah pekerjaan di:

  • Confined space
  • Tangki penyimpanan
  • Vessel
  • Area proses
  • Ruang dengan potensi kebocoran gas
  • Area yang memiliki risiko paparan gas beracun atau mudah terbakar

Dalam pekerjaan tertentu, pemeriksaan atmosfer dapat mencakup oksigen, gas mudah terbakar, dan gas beracun sesuai potensi bahayanya.

Gas detector merupakan alat pendukung pengendalian risiko, bukan pengganti prosedur kerja aman, ventilasi, engineering control, APD, maupun sistem keselamatan lainnya.

Lihat juga video tips: Hal yang Harus Diperhatikan pada Gas Detector

Apa Fungsi Gas Detector?

Di postingan sebelumnya, kita sudah membahas tentang apa itu gas detector dan jenis gas detector. Mungkin Anda masih binggung, sebenarnya apa fungsi dari gas detector?

Berikut adalah fungsi gas detector yang perlu Anda ketahui:

  • Keselamatan Kerja. Gas detector digunakan untuk memantau keberadaan gas berbahaya seperti gas beracun, gas mudah terbakar, penipisan atau kelebihan oksigen dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan pekerja.
  • Pencatatan atau Perekam Data. Alat ini dapat digunakan sebagai pencatatan atau perekam data secara realtime dimana untuk pembacaan konsentrasi gas akan tercatat dalam alat tersebut.
  • Perlindungan Lingkungan. Gas detector digunakan untuk memantau gas beracun di lingkungan yang dapat merusak tanaman dan hewan.
  • Perlindungan Aset. Gas detector akan memberikan informasi dini sebelum terjadi resiko kebakaran atau ledakan.
  • Pemeliharaan Peralatan. Alat ini akan memeriksa kualitas udara di sekitar peralatan seperti pada tangki penyimpanan, pipa gas, dan alat pengukur gas lainnya.
  • Pemantauan Proses Produksi. Ini berarti, gas detector digunakan untuk memantau kadar gas dalam proses produksi untuk memastikan bahwa proses produksi berjalan dengan aman dan efisien.

2 Jenis Sensor Pada Gas Detector

  • Sensor InfraRed (IR)

Sensor ini dibutuhkan untuk pengambilan sample pada ruang terbatas (confined space) atau pada tangki penyimpanan yang rentan terhadap kekurangan oksigen. Jenis sensor ini akan bekerja di atmosfer yang benar-benar lembam sehingga tidak memerlukan oksigen. Sensor InfraRed tidak memerlukan kalibrasi untuk memastikan gas detector bekerja dengan baik karena dalam pengembangan sensor IR saat ini dapat kebal terhadap keracunan.

  • Sensor Pellistor

Sensor ini biasanya digunakan pada jenis gas detector portable yang menggunakan sensor LEL pellistor/catalytic bead. Perlu Anda ketahui, bahwa sebagian besar sensor pellistor memiliki lifetime 3 tahun dan setelah itu perlu diganti. Berbeda dengan sensor InfraRed, sensor pellistor perlu dikalibrasi karena sensor ini dapat diracuni oleh berbagai hal. Apabila sensor sudah terkontaminasi racun, kemungkinan pembacaan gas berbahaya tidak maksimal dan seiring berjalannya waktu sensor tidak responsive. Sehingga diperlukan kalibrasi gas detector secara rutin untuk memastikan bahwa sensor telah melakukan pembacaan gas secara akurat.

Dapatkan Alat Deteksi Gas Dengan Harga Terbaik

Temukan keamanan dan ketenangan pikiran dengan membeli gas detector dari PT Adhigana Perkasa Mandiri, distributor resmi yang telah terbukti dan dipercaya. Dapatkan gas detector berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, serta layanan purna jual yang andal dan responsif. Hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Share Artikel ini