fbpx
LOGO Adhigana Perkasa
LOGO Adhigana Perkasa

PT ADHIGANA

Gas Berbahaya di Kapal - Bagaimana Anda Dapat Menghindarinya?

Friday, 22 December 2023Tari
gas berbahaya di kapal deteksi lebih dini dengan gas detector

Gas Berbahaya di Kapal - Dalam lautan yang luas dan berbahaya, kapal laut menjadi rumah kedua bagi para pelaut yang berlayar di perairan internasional. Namun, di balik petualangannya, terdapat risiko yang tak dapat diabaikan, salah satunya adalah kehadiran gas beracun di kapal. Di artikel kali ini, kita akan membahas gas yang berada di kapal, bahaya gas, dan cara melindungi pelaut dari keberadaan gas selama bekerja.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Tipe-Tipe Flame Detector

Gas yang Biasa Ditemukan di Kapal

Di kapal laut, ada beberapa jenis gas yang dapat ditemukan dalam berbagai situasi dan kegiatan. Beberapa gas tersebut termasuk:

  • Metana (CH4): gas yang ditemukan dalam proses produksi minyak dan gas di perairan lepas. Kadar gas metana yang tinggi di udara dapat mengurangi kadar oksigen, menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, gangguan penglihatan, hingga perubahan suasana hati. Jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan peningkatan detak jantung hingga ketidaksadaran.
  • Propana Cair (LPG) – Sering digunakan sebagai bahan bakar terutama pada kapal yang lebih kecil. LPG bisa sangat berbahaya, lebih berat daripada udara, mengalir seperti air dan dapat dengan cepat terakumulasi di ruang terbatas sehingga menimbulkan risiko kebakaran dan ledakan.
  • Karbon Dioksida (CO2): dihasilkan sebagai produk pembakaran bahan bakar fosil dan dapat ditemukan dalam gas buang mesin.
  • Oksigen (O2): kehadirannya dalam ruang yang terbatas dapat menjadi masalah keamanan dan menyebabkan risiko kebakaran. Oksigen (O2) sangat reaktif, ketika menghirup oksigen murni dapat menyebabkan gejala mulai dari mual, kehilangan penglihatan hingga tidak sadarkan diri.
  • Amonia (NH3): sebagai bahan pendingin dalam sistem pendingin kapal dan dapat ditemukan dalam situasi tertentu.
  • Klorin (Cl2): digunakan sebagai desinfektan di kapal atau sebagai bagian dari sistem pemutihan air.
  • Hidrogen Sulfida (H2S): Gas beracun yang dapat dihasilkan dari aktivitas biologis dalam tangki-tangki atau ruang tertutup di kapal. H2S merupakan gas beracun, korosif dan mudah terbakar.

Baca juga: Memahami Pentingnya Detektor Gas Hidrogen Sulfida

Bahaya dari Keberadaan Gas Berbahaya di Atas Kapal

Gas berbahaya di atas kapal dapat menimbulkan berbagai bahaya untuk keselamatan dan keberlanjutan operasi. Beberapa risiko umum yang harus diwaspadai antara lain:

  • Sesak nafas: Keberadaan gas hidrogen sulfida (H2S) atau gas-gas lain yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, dapat menyebabkan seseorang kesulitas bernapas dalam ambang batas tertentu. Ini akan lebih beresiko apabila terjadi di ruang terbatas (confined spaces) yang biasa kita temukan di kapal laut.
  • Beberapa gas menyebabkan ketidaksadaran bahkan ketika dihirup oleh seseorang dalam jumlah kecil. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kebocoran gas tidak selalu dapat dideteksi hanya dengan panca indera. Sehingga kebocoran gas dapat terjadi dengan sangat cepat tanpa adanya tindakan evakuasi atau langkah-langkah keselamatan yang bisa diambil.
  • Gas-gas yang mudah terbakar seperti propana, metana, hingga hidrogen sulfida dapat menjadi sumber potensial terjadinya ledakan atau kebakaran. Beberapa gas sangat sensitif terhadap percikan atau nyala api terkecil. Jika terjadi kebocoran gas tanpa terdeteksi lebih dini, kebakaran skala besar dapat terjadi dengan sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan.
  • Gas-gas tertentu dapat menimbulkan iritasi jika bersentuhan dengan kulit, menyebabkan berbagai gejala jika terhirup dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada seberapa beracunnya gas tersebut. Keberadaan gas yang tidak berbau, tidak berwarna, atau tidak berasa justru sangat berbahaya, karena para awak kapal mungkin tidak menyadari sampai terlambat bahwa mereka telah terpapar gas tersebut.

Baca juga: Pentingnya Keberadaan Gas Detector Untuk Industri Maritim

Bagaimana Cara Melindungi Awak Kapal?

Salah satu upaya dalam memastikan keselamatan dan ketenangan pikiran para awak kapal adalah mengelola dan memastikan bahwa gas di kapal disimpan dan ditangani dengan aman. Meskipun Anda telah menerapkan berbagai aturan atau tindakan ketat untuk menghindari sebuah kecelakaan karena gas, insiden yang berpotensi berbahaya mungkin saja masih bisa terjadi. Disinilah keberadaan gas detector sebagai pendeteksi dini kebocoran gas dan memberikan peringatan tepat waktu sangat diperlukan. Dengan detektor gas, awal kapal akan mendapatan alarm peringatan sedini mungkin dan mengambil tindakan keselamatan yang diperlukan sebelum terjadi insiden yang lebih berbahaya.

Jenis gas detector yang harus dimiliki semua kapal laut adalah:

  • Portable gas detector: gas detector yang ringan, dapat dibawa sendiri oleh awak kapal, sehingga memberikan perlindungan individual selama bekerja. Detektor gas ini sangat sensitif dan akan membunyikan alarm jika mendeteksi paparan gas yang melebihi ambang batas aman. Perangkat ini dapat dikalibrasi sesuai kebutuhan Anda.
  • Detektor gas tetap (fixed gas detector): Gas detector ini akan dipasang secara permanen di berbagai titik di sekitar kapal. Beberapa fixed gas detector mampu mendeteksi beberapa jenis gas secara bersamaan, termasuk metana, karbon monoksidan, oksigen, dan hidrogen sulfida.

Gas detector portable dan gas detector tetap memiliki kelebihannya masing-masing, dirancang untuk bersama-sama memberikan perlindungan awak kapal selama bekerja.

PT Adhigana Perkasa Mandiri sebagai distributor resmi gas detector Honeywell, Riken Keiki, dan RAE System berkomitmen memberikan perlindungan optimal dan menyelamatkan nyawa di lautan. Dengan koleksi gas detector dari berbagai merek terkemuka, kami siap menyediakan solusi sesuai dengan kebutuhan spesifik di kapal Anda. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi dan mendapatkan pilihan terbaik dalam memastikan lingkungan kerja yang aman.

5/5 - (1 vote)

Share Artikel ini

crossmenu