Beli 2 BW Max XT II, Cash Back 500 Ribu !!
Get Offer!

Bahaya Gas Beracun di Sumur: Jenis, Dampak, dan Upaya Pencegahan

Monday, 28 July 2025Dwifa Putra Iskandar
gas beracun di dalam sumur

Gas beracun dalam sumur merupakan ancaman tersembunyi yang kerap tidak disadari masyarakat. Terutama di daerah pedesaan atau saat melakukan penggalian sumur konvensional, paparan gas seperti hidrogen sulfida (H₂S), karbon monoksida (CO), dan metana (CH₄) bisa berakibat fatal—bahkan menyebabkan kematian. Artikel ini mengulas penyebab, jenis gas beracun di sumur, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.

Baca juga : Pertolongan Pertama Menghirup Gas Beracun: Panduan Lengkap

Apa Itu Gas Beracun di Dalam Sumur

Gas beracun di sumur adalah senyawa berbahaya yang terbentuk dari proses alami atau aktivitas manusia. Gas-gas ini dapat terperangkap di dalam sumur karena ventilasi yang buruk, pembusukan bahan organik, atau adanya sumber gas alam di sekitar lokasi. Kurangnya kewaspadaan terhadap gas beracun di dalam sumur dapat mengancam keselamatan bagi pekerja (penggali sumur) atau bahkan pengguna air sumur.

Jenis Gas Beracun

Beberapa jenis gas berbahaya yang sering ditemukan di dalam sumur antara lain:

  • Karbon Monoksida (CO)
    • Sumber:
      • Pembakaran bahan organik di sekitar sumur.
      • Mesin atau alat pembakaran yang digunakan di dekat atau di dalam sumur.
    • Dampak Kesehatan:
      • Mengganggu pengangkutan oksigen dalam darah.
      • Gejala awal meliputi sakit kepala, pusing, mual, dan kelelahan.
      • Paparan tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak, koma, dan kematian.
  • Hidrogen Sulfida (H₂S)
    • Sumber:
      • Pembusukan bahan organik seperti tanaman atau hewan yang jatuh ke dalam sumur.
      • Aktivitas mikroba dalam air sumur yang menguraikan bahan organik.
    • Dampak Kesehatan:
      • Menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan.
      • Paparan jangka pendek dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan kehilangan kesadaran.
      • Paparan tinggi dapat menyebabkan gangguan sistem saraf, koma, dan kematian.
  • Metana (CH₄)
    • Sumber:
      • Aktivitas mikroba anaerob yang menguraikan bahan organik di dasar sumur.
      • Kebocoran dari sumur minyak atau gas alam yang berdekatan.
    • Dampak Kesehatan:
      • Metana sendiri tidak beracun, tetapi dapat mengurangi kadar oksigen dalam sumur.
      • Menyebabkan risiko ledakan jika bercampur dengan udara dalam konsentrasi tertentu.
  • Karbon Dioksida (CO₂)
    • Sumber:
      • Pembusukan bahan organik di dalam sumur.
      • Aktivitas mikroba yang menghasilkan karbon dioksida sebagai produk sampingan.
    • Dampak Kesehatan:
      • Mengurangi kadar oksigen di dalam sumur, menyebabkan hipoksia.
      • Gejala awal termasuk sakit kepala, pusing, dan napas pendek.
      • Paparan tinggi dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian.

Baca juga: Contoh Gas Beracun, Jenis, dan Dampak Terhadap Kesehatan

Dampak Kesehatan Gas Beracun di Dalam Sumur

Paparan gas beracun di dalam sumur dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Gejalanya bisa ringan hingga mematikan, tergantung pada jenis gas dan tingkat konsentrasinya. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini gas dan langkah pencegahan sangat penting untuk menghindari risiko serius yang dapat mengancam keselamatan.

Berikut ini beberapa bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh gas beracun:

  • Iritasi pada mata dan saluran pernapasan
  • Sakit kepala, mual, dan kelelahan ekstrem
  • Hipoksia (kekurangan oksigen dalam tubuh)
  • Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba
  • Kerusakan organ hingga kematian mendadak

Baca juga : 6 Fungsi Gas Detector yang Harus Anda Ketahui

Pencegahan Risiko Gas Beracun di Dalam Sumur

Ada berbagai cara untuk mengatasi gas beracun yang berada di dalam sumur, diantaranya adalah :

  1. Ventilasi yang Memadai

    Pastikan sumur memiliki ventilasi yang memadai untuk mengurangi konsentrasi gas beracun. Membuka penutup sumur secara berkala dan memastikan adanya aliran udara yang cukup dapat membantu mencegah penumpukan gas.

  2. Penggunaan Detektor Gas

    Pasang detektor gas di sekitar area sumur untuk memantau keberadaan gas beracun. Detektor untuk karbon monoksida, hidrogen sulfida, dan metana sangat penting untuk mendeteksi gas berbahaya sebelum mencapai konsentrasi berbahaya.

  3. Peralatan Pelindung Diri

    Gunakan peralatan pelindung diri (APD) seperti masker respirator dan alat pengukur gas saat bekerja di dekat atau di dalam sumur. Ini sangat penting untuk melindungi diri dari paparan gas beracun yang mungkin tidak terdeteksi.

Baca juga: 12 Alat Pelindung Diri K3 dan Fungsinya untuk Keselamatan Kerja

  1. Pemantauan dan Inspeksi Rutin

    Lakukan pemantauan dan inspeksi rutin terhadap sumur untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan gas beracun. Periksa kondisi air dan bahan organik yang mungkin terperangkap di dalam sumur.

  2. Edukasi dan Pelatihan

    Berikan edukasi dan pelatihan kepada pekerja mengenai bahaya gas beracun di dalam sumur dan cara menghadapinya. Pastikan mereka mengetahui prosedur darurat dan penggunaan alat pelindung diri dengan benar.

  3. Hubungi Ahli

    Jika terdeteksi adanya gas beracun, segera hubungi ahli keselamatan atau layanan darurat untuk menangani situasi tersebut. JANGAN mencoba masuk ke dalam sumur tanpa perlindungan yang memadai.

Tingkatkan Keamanan Sumur Anda dengan Gas Detector Portable dari Adhigana

Jaga keselamatan lingkungan kerja Anda dengan gas detector portable terbaik dari PT Adhigana Perkasa Mandiri. Kami merupakan distributor resmi produk-produk unggulan seperti Riken Keiki, Honeywell, dan RAE Systems.

Kami tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga menawarkan layanan kalibrasi, servis berkala, serta edukasi penggunaan alat oleh teknisi berpengalaman. Didukung oleh tim sales dan staf administrasi yang ramah dan profesional, kami berkomitmen memberikan layanan purna jual yang optimal.

Konsultasikan kebutuhan alat deteksi gas Anda bersama tim kami yang responsif dan kompeten.
Kunjungi situs resmi kami di www.adhiganacorp.com atau hubungi nomor yang tertera di website untuk informasi lebih lanjut.

Share Artikel ini

crossmenu